Analisis Keputusan Penentuan Supplier Melalui Integrasi Best-Worst Method (BWM) dan Metode PROMETHEE (Studi Kasus: CV. YJM-Surabaya)

  • Yusron Fanani Teknik Industri-Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Surabaya, Indonesia
  • Evi Yuliawati Teknik Industri-Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Surabaya, Indonesia
Keywords: BWM, PROMETHEE, supplier, tabung APAR

Abstract

CV. YJM-Surabaya adalah distributor alat pemadam kebakaran yang menawarkan jasa pengisian APAR dan penjualan baru. Berdasarkan hasil observasi, dari beberapa tahun terakhir ini CV. YJM-Surabaya belum memiliki prosedur pemilihan supplier dan kriteria-kriteria yang sesuai dengan standar perusahaan dalam memilih supplier. Beberapa pertimbangan lainnya, yaitu belum memiliki supplier tabung APAR yang utama dan yang paling diprioritaskan. Sehingga sering terjadi ketidaktersediaan bahan baku pada waktu yang ditentukan karena keterlambatan supplier dalam pengiriman bahan baku tabung dan harga bahan baku tabung yang kurang sesuai dengan pasaran (adanya pajak pada setiap pembelian). Penelitian ini bertujuan memperoleh kriteria yang sesuai dalam penentuan supplier tabung APAR dan memprioritaskan supplier yang cocok dengan perusahaan. Metode yang digunakan adalah Best-Worst Method (BWM) untuk menentukan bobot kriteria dan metode PROMETHEE untuk merangking supplier. Berdasarkan hasil penelitian terdapat kriteria dengan masing-masing bobot, yaitu ketersediaan bahan baku nilai bobotnya  0.249, harga tabung nilai bobotnya 0.183, pengiriman nilai bobotnya 0.120, pembayaran nilai bobotnya 0.101, kualitas produk nilai bobotnya 0.094, pajak nilai bobotnya 0.090, bentuk fisik nilai bobotnya 0.090, dan garansi nilai bobotnya 0.075. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan nilai net flow dari masing-masing supplier tersebut, diperoleh untuk peringkat alternatif atau supplier pertama, yaitu INDOKA, supplier kedua ATP, supplier ketiga PMK, dan supplier keempat CMG.

Published
2023-12-29