Kajian Implementasi Behavior Based Safety pada Industri Besar di Indonesia

  • Caecilia Sri Wahyuning Program Studi Teknik Industri, Insititut Teknologi Nasional, Bandung, Indonesia
  • Ahmad Farhan Al Badawi Program Studi Teknik Industri, Insititut Teknologi Nasional, Bandung, Indonesia
  • Meyfarah Rihadatul Aisah Program Studi Teknik Industri, Insititut Teknologi Nasional, Bandung, Indonesia
Keywords: antecedent, human error, keselamatan, konsekuensi, perilaku

Abstract

Budaya Keselamatan Kerja merupakan bagian penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman saat bekerja dan membentuk perilaku keselamatan (safety behavior). Pada praktiknya, tiga perusahaan besar di Indonesia telah menerapkan Behavior Base Safety untuk mencegah kecelakaan kerja, dan menjaga lingkungan kerja yang nyaman. Akan tetapi masih ditemukan kondisi at-risk, masih banyak laporan unsafe act, unsafe condition dan near miss, serta unsafe act yang sering dilakukan operator. Terdapat indikasi bahwa operator belum memahami unsafe act, dan menempatkan semua laporan sebagai unsafe condition. Penelitian ini dilakukan untuk menelususi performance shaping factor kesalahan operator sebagai bentuk unsafe act dan Model Antecedent-Behavior-Consequence digunakan untuk menelusuri PSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga perusahaan memiliki Safety Behavior Index dengan klasifikasi baik (85%). Perilaku dengan bobot konsekuensi 4, dengan konsekuensi kecelakaan dan cidera, adalah kelalaian terkait lingkungan kerja, dan penggunaan tools & equipment dan APD, serta mengabaikan penggunaan dan posisi tubuh. Akar masalah pemicu perilaku tidak aman tersebut adalah beban kerja berlebih, motivasi, prosedur kerja, dan desain tempat kerja. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perilaku aman adalah dengan mengevaluasi prosedur dan merekayasa tempat dan proses kerja dengan mengacu pada keterbatasan dan kapabilitas operator untuk meningkatkan human reliability operator untuk meminimasi human error.

Published
2023-12-30